
KETAPANG, MENITNEWS.id – Kompleks Rumah Singgah Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, dipenuhi suasana khidmat dan penuh kebersamaan dalam peringatan Maulidur Rasul Muhammad SAW yang diinisiasi Pondok Pesantren (PP) Hidayaturrahman Kampus 2.
Peringatan hari besar Islam tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat dan unsur pemerintahan. Tampak hadir sejumlah kepala perangkat daerah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), para kepala desa se-Kecamatan Muara Pawan, serta jamaah pengajian dari Desa Kalinilam, Desa Sukaharja, dan masyarakat sekitar Desa Tanjung Pura.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kekayaan suku bangsa, agama, dan adat istiadat yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Kabupaten Ketapang.
Merajut Persaudaraan dalam Bingkai Lita’arafu
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini menghadirkan penceramah terkemuka asal Pontianak, Al-Habib Muhammad Syafei Syahab, S.H.I. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meneladani keluhuran akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di tengah keberagaman.
Sejalan dengan pesan tersebut, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo menyampaikan bahwa Rasulullah Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak dan budi pekerti manusia serta menebarkan kasih sayang bagi seluruh alam. Oleh karena itu, nilai-nilai keteladanan Rasulullah hendaknya menjadi pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang rukun, saling menghormati, dan penuh kepedulian.
Dirinya juga mengingatkan pentingnya nilai lita’arafu, yakni saling mengenal dan memahami di tengah perbedaan suku, agama, budaya, dan adat istiadat. Keberagaman bukanlah alasan untuk terpecah belah, melainkan kekuatan yang dapat menyatukan masyarakat untuk saling melengkapi dan mempererat persaudaraan.
“Inilah esensi dari lita’arafu—saling mengenal, saling memahami, dan saling menyayangi di tengah keberagaman suku bangsa dan adat istiadat, tanpa membeda-bedakan satu sama lain. Sebagaimana pepatah orang tua-tua, banyak kawan banyak rezeki. Perbedaan seharusnya mendekatkan kita, bukan menjadi alasan untuk bertikai, apalagi bermusuhan,” katanya.
Bupati bagi Seluruh Masyarakat Ketapang
Dalam kesempatan tersebut, Alex juga menegaskan bahwa sebagai Bupati Ketapang, dirinya merupakan pemimpin bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang, tanpa memandang perbedaan suku, agama, kelompok, maupun golongan.
Dirinya berkomitmen untuk senantiasa menjadi pemimpin yang adil bagi seluruh masyarakat, memberikan ruang yang setara, serta mengayomi setiap elemen masyarakat tanpa diskriminasi.
Baginya, keberagaman merupakan kekayaan daerah yang harus dijaga bersama. Sementara itu, persatuan dan keadilan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Pemerintah daerah tidak boleh hanya menjadi milik satu kelompok atau golongan tertentu. Pemerintah harus hadir untuk semua, mendengarkan aspirasi masyarakat, menghormati perbedaan, serta memastikan setiap warga memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan Kabupaten Ketapang.
Ketapang, Rumah Besar Kita Semua
Ketapang adalah rumah besar kita semua. Rumah besar yang di dalamnya hidup masyarakat dengan beragam suku, agama, budaya, adat istiadat, kelompok, dan golongan.
Rumah besar ini harus kita jaga bersama, kita rawat dengan penuh kepedulian, dan kita bangun dengan semangat persatuan serta gotong royong. (*)
